Image of (Bukan) Tabu Di Nusantara

Text

(Bukan) Tabu Di Nusantara



Seni pertunjukan tradisional bazar kerap kali dianggap “rendah”. Tidak baik untuk ditonton, berisi pertunjukan jorok, dan berpengaruh buruk bagi moral. Hal tersebut disebabkan gerakan para penari yang dianggap “erotis”. Pinggul yang bergerak ke kiri dan kanan, muka, dan belakang. Gerakan antara penari dan para penonton yang biasanya kaum pria nyaris “menempel”.



Buku ini menguak penggalan-penggalan kisah tabu di Nusantara, terutama berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas dalam kehidupan masyarakat pada periode sebelum kolonial, masa kolonial, hingga pasca-kolonial di Nusantara. Mulai dari masa kerajaan hingga masa modern. Dari sesuatu hal yang awalnya hanya urusan domestik hingga menjadi urusan publik. Sesuatu yang dilarang dan ditutupi justru semakin membuat orang penasaran untuk menyibaknya.



Penggalan mosaik-mosaik kisah tabu tersebut disusun menggunakan sumber primer dan sekunder. Buku ini sengaja tidak diberikan analisis secara ilmiah karena sifatnya hanya deskriptif. Hal menarik adalah berbagai hal tabu tersebut ternyata masih kita temukan pada masa kini, berkelindan dengan persoalan ekonomi, budaya, dan bahkan dijadikan komoditas politik.


Ketersediaan

1009553101395 SUN bRuang PerpustakaanTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
395 SUN b
Penerbit Kompas Media Nusantara : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xiv + 202 hlm.; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-412-450-2
Klasifikasi
395
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Ke-1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this